Sabtu, 15 Februari 2014


Akhirnya Ke Ijen Juga

Hari sabtu dan minggu tepatnya tanggal 8 dan 9 Februari saya ke gunung Ijen bersama dengan teman-teman angkatan SMA dan kakak kelas alumni SMAN I Pamekasan dalam rangka CGTK On Vacation. Saya tak menyangka, seorang perempuan malas jalan kaki seperti saya bisa menapaki kaki mungil ini di gunung Ijen yang ketinggiannya berkisar 2300 meter dari permukaan laut. Perjalanan dimulai pada jam 00.00 WIB minggu dini hari, dengan kemiringan 650, saya dan rombongan yang lain bahu-membahu untuk mencapai puncak Ijen. Sebelum itu, kami melakukan perjalanan menggunakan truk dengan 25 orang, berangkat dari Jember jam 17.00 WIB sampai di lereng gunung Ijen jam 23.00 WIB. Segala persiapan telah sudah disiapkan, seperti jaket tebal kalau bisa dua lapis, sarung tangan, kaos kaki double, sepatu, kerpus, masker, perbekalan yang lainnya juga harus disiapkan.
                Pendakianpun dimulai, awalnya memang tidak terasa berat namun lama-kelamaan kaki ini terasa berat, akhirnya saya ada yang tidak kuat menempuh perjalanan keatas puncak Ijen, dia punya penakit asma, padahal sudak 1 km kita berjalan kurang 2 km lagi sampai puncak. Kami terus menyemangati teman kita yang sudah tidak sanggup melanjutkan perjalanan, karena jika tidak sampai puncak satu orang, semuanya juga tidak ke puncak Ijen, begitulah rumus solidaritas kami. Jujur saya sangat terharu, setelah berhasil meyakinkan teman saya akhirnya dia mau melanjutkan perjalanan dengan bergandengan tangan denganku dan satu lagi temanku. Hal termanis yang pernah saya miliki mengingat susahnya perjalanan, kaki ini serasa tidak kuat berjalan namun tetap kami paksa dengan semangat yang membara. Selama perjanan kita bernyanyi untuk melepaskan rasa lelah yang sudah tak tertahankan lagi. Akhirnya semua penat itu terbayar dengan pemandangan yang Subhanallah indahnya, aku berada diatas awan bersama teman-teman tercinta. Setelah sampai dipuncak kita disambut dengan Blue fire yang terkenal itu. Kami sampai dipuncak jam 02.30 WIB sembari menyantap perbekalan yang ada dan menikmati indahnya blue fire, udara disana sangat dingin serasa dinginnya seperti di film Korea saja, herannya turis-turis mancanegara yang kesana hanya memakai baju biasa, bukan baju tebal seperti yang kami pakai, mungkin karena sudah terbiasa. Dinginnya udara disana tidak tertahankan lagi, akhirnya saya dan teman-teman saling berpelukan, tentunya sesama peremuan. Sholat di gunung adalah pengalaman yang tak terlupakan. Sebenarnya yang kita tunggu selama 3 jam adalah matahari terbit dan kawah Ijen yang tersohor didunia itu, sayangnya kita tidak melihat kawwah tersebut yang ada malah asap blerang yang sangat menyengat di hidung, semua hal indah itu tertutupi oleh kabut dan asap blerang, kita sudah merasa kelelahan, meunggu matahari yang tak muncul, kawah yang kami harapkan tak terlihat, akhirnya kita putuskan untuk pulang pada jam 6 pagi. Walaupun  begitu kita tak merasa kecewa karena selama perjalanan menuju uncak dan dari puncak turun kebawah lagi, semuanya memiliki pelajaran hidup yang Subhanallah penting, saya jadi tau artinya sabar, solidaritas dan bertahan dalam kesulitan itu seperti apa. Karena seyogyanya mendaki bukanlah urusan mudah, bukan hanya perjalanan fisik namun juga perjalanan hati yang menyimpan banyak memori yang sayang untuk dilewatkan. Walaupun kita hampir mati  karena sengatan bau blerang namun kita sanggup melewati itu, intinya bertahanlah, jangan menyerah !
Dan yang terpenting jangan ke Ijen ketika musim hujan datanglah pada musim kemarau karena selain dapat melihat kawah Ijen juga tidak berkabut. Selamat mendaki. berikut adalah foto-foto kami pas di ijen


Kamis, 31 Oktober 2013

Masa depan bangsa ada di tangan kita


Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan merupakan batu loncatan awal seorang pendidik yang profesional, diantara banyaknya perguruan tinggi di Indonesia yang memiliki Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Jember merupakan salah satu yang terbaik. FKIP universitas Jember termasuk salah satu fakultas tertua di UJ karena pada tahun FKIP UJ sudah berdiri. FKIP Universias Jember memiliki 10 prodi, diantaranya:
1.      Pendidikan Biologi
2.      Pendidikan Matematika
3.      Pendidikan Fisika
4.      Pendidikan Sejaah
5.      Pendidikan Sekolah Dasar
6.      Pendidikan Guru PAUD
7.      Pendidikan Ekonomi
8.      Pendidikan Bahasa Inggris
9.      Pendidikan Bahasa Indonesia
10.  Pendidikan Luar Sekolah
Dan rata-rata akreditasi FKIP UJ adalah B. PLS sebagai prodi tertua dan PG PAUD yang baru didirikan. FKIP merupakan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) dalam pengembangan SAINTEKS, yang menghasilkan Tenaga Kependidikan yang berkompeten, berdaya saing global dan berwawasan lingkungan. FKIP adalah institusi menghasilkan tenaga kependidikan yang berkualitas. Hal ini ditunjukkan akan  besar nya permintaan tenaga pendidik dari lulusan FKIP. Ini berakibat semakin besarnya animo masyarakat terhadap FKIP.
Visi FKIP adalah menjadi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) unggul dalam pengembangan SAINTEKS, penghasil Tenaga Kependidikan yang berkompeten, berdaya saing global dan berwawasan lingkungan.
MISI FKIP :
  1. Menyelenggarakan dan mengembangkan pendidikan akademik dan profesi untuk menghasilkan tenaga kependidikan yang memiliki kompetensi.
  2. Melaksanakan penelitian yang mendukung peleksanaan pendidikan dan pembelajaran untuk menghasilkan inovasi di bidang kependidikan.
  3. Menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang mendukung program bidang kependidikan.
  4. Mengembangkan sain, teknologi, dan seni yang mendukung pengembangan bidang kependidikan.
  5. Mengembangkan jaringan kerjasama dengan stakeholders dan lembaga lain dalam dan luar negeri.
  6. Mengembangkan sistem pengelolaan fakultas yang akuntabel.
     

Tetntang penulis


19 tahun yang lalu saya lahir di Pamekasan pada tanggal 1 Desember 1994, terlahir dari seorang ibu dan bapak yang luar bisa bernama Luk atiyah dan Syaiful Hasani (alm). Tahun 1999 saya sekolah di Taman Kanak-kanak Marabar di Kampun Kebun Kecamatan Pademawu Pamekasan, SD saya di SDN Pademawu Timur V pada tahun 2001-2007, kamudian saya melanjutkan ke SMP Negeri I Pademawu dan sekolah SMA tercinta saya di SMA Negeri I Pamekasan. Dan sekarang saya disini di Universitas Jember dan semoga lulus tahun 2014 awal. amin
Visi hidup saya adalah:
Hiduplah untuk orang lain, tingkatkan kualitas diri, mengabdikan diri untuk bangsa dan keluarga adalah yang utama
Misi hidup saya:
1.      Jadilah yang bermanfaat untuk agama, bangsa dan negara
2.      Sholat, sholat, sholat dan ibadah
3.      Berusaha dengan cara baik untuk menggapai mimpi
4.      Jadilah yang diharapkan orang tua
Motto hidup:
Hiduplah dengan jujur dan isi dengan usaha dan doa

Cuaca tambah panas salah siapa?



Gambar diatas merupakan lingkungan yang kita harapkan dan cocok untuk kita tempati. Daerah yang kita tempati sekarang sudah tidak sesejuk dulu,cuaca semakin panas, kekeringan terjadi dimana-mana. Entah apa yang terjadi berada satu jam di luar rumah pada siang hai di musim kemarau serasa sudah seharian karena panas sangat terasa. Para ilmuanpun terus memperdebatkan kedaan ini, menurut Prof. Latif adalah seorang ilmuwan dari Leibniz Institute of Marine Sciences di Jerman. Ia adalah seorang pendukung utama teori yang mengatakan bahwa emisi rumah kaca yang dihasilkan manusia telah menyebabkan peningkatan suhu global di bumi. Ia turut serta dalam menciptakan model iklim yang menjadi patokan bagi banyak peneliti di dunia. Ia juga pernah menerima beberapa penghargaan dalam studi mengenai iklim dan ia adalah seorang peneliti utama di IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change), sebuah badan milik PBB yang pada tahun 2007 menerima nobel perdamaian bersama Al Gore.

Jadi, kita sedang berbicara dengan seorang pakar dan pemimpin utama dalam gerakan global warming-nya Al Gore.

Nah, kejutannya datang tanpa disangka. Pada konferensi itu yang sering membahas apa yang disebut "Scientific Consensus" mengenai Pemanasan Global yang diakibatkan perbuatan manusia, Latif mengakui bahwa Bumi ini ternyata tidak mengalami pemanasan selama hampir satu dekade. Menurutnya, sepertinya kita akan memasuki masa "Satu atau dua dekade dimana suhu bumi akan mendingin".



ANIK RAHMAWATI, “KULIAH ITU PERLU MOTIVASI”



Tanggal wawancara, 4 Oktober 2013
Hari ini saya melakukan wawancara dengan kakak tingkan FKIP Pendidikan Biologi yang bernama Anik Rahmawati yang bisasa di panggil Anik. Berikut adalah biodata singkat Kak Anik
Nama lengkap : Anik Rahmawati
Panggilan        : Anik
Tetala              : Banyuwangi 31 Mei 1994
Alamat rumah : Senduro, Kabupaten Lumajang
Hobi                : nonton TV dan nonton film (bergendre romantis)
Cita-cita masa kecil     : dokter
Cita-cita sekarang       : dosen
Riwayat pendidikan    :
SDN II Senduro
SMP Negeri I Senduro
SMA Negeri Senduro
Sedang berkuliah di Universitas Jember FKIP/Pendidikan Biologi
Riwayat organisasi      :
Kader Kesehatan Remaja (SMP)
Anggota pengurus Majalah Dinding (SMA)
Kakak Anik adalah salah satu siswa yang beruntung bisa mengenyam pendidikan di universitas jember karena kak Anik lolos dalam seleksi SNMTPN tulis dari sekian banyak siswa yang tidak lolos, kak Anik merupakan salah satu penerima beasiswa bidik misi. Saya sangat salut dengan karakter dan semangat kak anik dalam menjalani perkuliahan, bukan tanpa alasan kak anik yang merupakan anak kedua dari dua bersaudara ini ayahnya sudah meninggal ketika kak anik kelas X SMA. Lahir dari seorang ibu yang pekerjaannya adalah berdagang di pasar malam yang tempatnya tidak menentu atau berpindah-pindah sehingga kak anik sangat jarang bertemu dengan ibunya. Kak anik tinggal bersama pakde dan budenya, namun kak anik merasa agak sungkan dikarenakan dia tidak tinggal dengan orang tua sehingga hal ini menjadi alasannya mengapa kak anik jarang sekali pulang ke Lumajang dan memilih menetap di Jember jika waktu libur tidak begitu panjang, kakak Anik dan saya memiliki banyak persamaan, kita sama-sama mahasiswa penerima bisikmisi dan harus menerima kenyataan bahwa kita sudah tidak memiliki ayah sebagai seorang pelindung keluarga dan benar-benar harus membahagiakan ibu sebagai orangtua satu-satunya. Kakak laki-laki kak anik adalah salah satu inspirasinya untuk terus menggapai mimpi karena kakaknya sekarang sudah seperti pengganti ayah untuknya.