Selasa, 25 Februari 2014
Sabtu, 15 Februari 2014
Akhirnya Ke Ijen Juga
Hari sabtu dan minggu tepatnya tanggal 8 dan 9 Februari
saya ke gunung Ijen bersama dengan teman-teman angkatan SMA dan kakak kelas
alumni SMAN I Pamekasan dalam rangka CGTK On Vacation. Saya tak menyangka,
seorang perempuan malas jalan kaki seperti saya bisa menapaki kaki mungil ini
di gunung Ijen yang ketinggiannya berkisar 2300 meter dari permukaan laut.
Perjalanan dimulai pada jam 00.00 WIB minggu dini hari, dengan kemiringan 650,
saya dan rombongan yang lain bahu-membahu untuk mencapai puncak Ijen. Sebelum
itu, kami melakukan perjalanan menggunakan truk dengan 25 orang, berangkat dari
Jember jam 17.00 WIB sampai di lereng gunung Ijen jam 23.00 WIB. Segala
persiapan telah sudah disiapkan, seperti jaket tebal kalau bisa dua lapis,
sarung tangan, kaos kaki double, sepatu, kerpus, masker, perbekalan yang
lainnya juga harus disiapkan.
Pendakianpun
dimulai, awalnya memang tidak terasa berat namun lama-kelamaan kaki ini terasa
berat, akhirnya saya ada yang tidak kuat menempuh perjalanan keatas puncak
Ijen, dia punya penakit asma, padahal sudak 1 km kita berjalan kurang 2 km lagi
sampai puncak. Kami terus menyemangati teman kita yang sudah tidak sanggup
melanjutkan perjalanan, karena jika tidak sampai puncak satu orang, semuanya juga
tidak ke puncak Ijen, begitulah rumus solidaritas kami. Jujur saya sangat
terharu, setelah berhasil meyakinkan teman saya akhirnya dia mau melanjutkan
perjalanan dengan bergandengan tangan denganku dan satu lagi temanku. Hal
termanis yang pernah saya miliki mengingat susahnya perjalanan, kaki ini serasa
tidak kuat berjalan namun tetap kami paksa dengan semangat yang membara. Selama
perjanan kita bernyanyi untuk melepaskan rasa lelah yang sudah tak tertahankan
lagi. Akhirnya semua penat itu terbayar dengan pemandangan yang Subhanallah
indahnya, aku berada diatas awan bersama teman-teman tercinta. Setelah sampai
dipuncak kita disambut dengan Blue fire yang terkenal itu. Kami sampai dipuncak
jam 02.30 WIB sembari menyantap perbekalan yang ada dan menikmati indahnya blue
fire, udara disana sangat dingin serasa dinginnya seperti di film Korea saja,
herannya turis-turis mancanegara yang kesana hanya memakai baju biasa, bukan
baju tebal seperti yang kami pakai, mungkin karena sudah terbiasa. Dinginnya
udara disana tidak tertahankan lagi, akhirnya saya dan teman-teman saling
berpelukan, tentunya sesama peremuan. Sholat di gunung adalah pengalaman yang
tak terlupakan. Sebenarnya yang kita tunggu selama 3 jam adalah matahari terbit
dan kawah Ijen yang tersohor didunia itu, sayangnya kita tidak melihat kawwah
tersebut yang ada malah asap blerang yang sangat menyengat di hidung, semua hal
indah itu tertutupi oleh kabut dan asap blerang, kita sudah merasa kelelahan,
meunggu matahari yang tak muncul, kawah yang kami harapkan tak terlihat,
akhirnya kita putuskan untuk pulang pada jam 6 pagi. Walaupun begitu kita tak merasa kecewa karena selama
perjalanan menuju uncak dan dari puncak turun kebawah lagi, semuanya memiliki
pelajaran hidup yang Subhanallah penting, saya jadi tau artinya sabar,
solidaritas dan bertahan dalam kesulitan itu seperti apa. Karena seyogyanya
mendaki bukanlah urusan mudah, bukan hanya perjalanan fisik namun juga
perjalanan hati yang menyimpan banyak memori yang sayang untuk dilewatkan.
Walaupun kita hampir mati karena
sengatan bau blerang namun kita sanggup melewati itu, intinya bertahanlah,
jangan menyerah !
Dan yang terpenting jangan ke Ijen ketika musim hujan
datanglah pada musim kemarau karena selain dapat melihat kawah Ijen juga tidak
berkabut. Selamat mendaki. berikut adalah foto-foto kami pas di ijen
Kamis, 31 Oktober 2013
Masa depan bangsa ada di tangan kita
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan merupakan batu
loncatan awal seorang pendidik yang profesional, diantara banyaknya perguruan
tinggi di Indonesia yang memiliki Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,
Universitas Jember merupakan salah satu yang terbaik. FKIP universitas Jember
termasuk salah satu fakultas tertua di UJ karena pada tahun FKIP UJ sudah
berdiri. FKIP Universias Jember memiliki 10 prodi, diantaranya:
1. Pendidikan
Biologi
2. Pendidikan
Matematika
3. Pendidikan
Fisika
4. Pendidikan
Sejaah
5. Pendidikan
Sekolah Dasar
6. Pendidikan
Guru PAUD
7. Pendidikan
Ekonomi
8. Pendidikan
Bahasa Inggris
9. Pendidikan
Bahasa Indonesia
10. Pendidikan
Luar Sekolah
Dan rata-rata akreditasi FKIP UJ adalah B. PLS
sebagai prodi tertua dan PG PAUD yang baru didirikan. FKIP merupakan Lembaga
Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) dalam pengembangan SAINTEKS, yang
menghasilkan Tenaga Kependidikan yang berkompeten, berdaya saing global dan
berwawasan lingkungan. FKIP adalah institusi menghasilkan tenaga kependidikan
yang berkualitas. Hal ini ditunjukkan akan besar nya permintaan tenaga
pendidik dari lulusan FKIP. Ini berakibat semakin besarnya animo masyarakat terhadap
FKIP.
Visi FKIP adalah menjadi Lembaga Pendidikan
Tenaga Kependidikan (LPTK) unggul dalam pengembangan SAINTEKS, penghasil Tenaga
Kependidikan yang berkompeten, berdaya saing global dan berwawasan lingkungan.
MISI FKIP :
- Menyelenggarakan dan mengembangkan pendidikan akademik dan profesi untuk menghasilkan tenaga kependidikan yang memiliki kompetensi.
- Melaksanakan penelitian yang mendukung peleksanaan pendidikan dan pembelajaran untuk menghasilkan inovasi di bidang kependidikan.
- Menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang mendukung program bidang kependidikan.
- Mengembangkan sain, teknologi, dan seni yang mendukung pengembangan bidang kependidikan.
- Mengembangkan jaringan kerjasama dengan stakeholders dan lembaga lain dalam dan luar negeri.
- Mengembangkan
sistem pengelolaan fakultas yang akuntabel.
Tetntang penulis
19 tahun yang lalu saya lahir di Pamekasan pada
tanggal 1 Desember 1994, terlahir dari seorang ibu dan bapak yang luar bisa
bernama Luk atiyah dan Syaiful Hasani (alm). Tahun 1999 saya sekolah di Taman
Kanak-kanak Marabar di Kampun Kebun Kecamatan Pademawu Pamekasan, SD saya di
SDN Pademawu Timur V pada tahun 2001-2007, kamudian saya melanjutkan ke SMP
Negeri I Pademawu dan sekolah SMA tercinta saya di SMA Negeri I Pamekasan. Dan
sekarang saya disini di Universitas Jember dan semoga lulus tahun 2014 awal.
amin
Visi hidup saya adalah:
Hiduplah untuk orang lain, tingkatkan kualitas diri,
mengabdikan diri untuk bangsa dan keluarga adalah yang utama
Misi hidup saya:
1. Jadilah
yang bermanfaat untuk agama, bangsa dan negara
2. Sholat,
sholat, sholat dan ibadah
3. Berusaha
dengan cara baik untuk menggapai mimpi
4. Jadilah
yang diharapkan orang tua
Motto hidup:
Hiduplah dengan jujur dan isi dengan usaha dan doa
Cuaca tambah panas salah siapa?
Gambar diatas
merupakan lingkungan yang kita harapkan dan cocok untuk kita tempati. Daerah
yang kita tempati sekarang sudah tidak sesejuk dulu,cuaca semakin panas,
kekeringan terjadi dimana-mana. Entah apa yang terjadi berada satu jam di luar
rumah pada siang hai di musim kemarau serasa sudah seharian karena panas sangat
terasa. Para ilmuanpun terus memperdebatkan kedaan ini, menurut Prof. Latif
adalah seorang ilmuwan dari Leibniz Institute of Marine Sciences di Jerman. Ia
adalah seorang pendukung utama teori yang mengatakan bahwa emisi rumah kaca
yang dihasilkan manusia telah menyebabkan peningkatan suhu global di bumi. Ia
turut serta dalam menciptakan model iklim yang menjadi patokan bagi banyak
peneliti di dunia. Ia juga pernah menerima beberapa penghargaan dalam studi
mengenai iklim dan ia adalah seorang peneliti utama di IPCC (Intergovernmental
Panel on Climate Change), sebuah badan milik PBB yang pada tahun 2007 menerima
nobel perdamaian bersama Al Gore.
Jadi, kita sedang berbicara dengan seorang pakar dan pemimpin utama dalam gerakan global warming-nya Al Gore.
Nah, kejutannya datang tanpa disangka. Pada konferensi itu yang sering membahas apa yang disebut "Scientific Consensus" mengenai Pemanasan Global yang diakibatkan perbuatan manusia, Latif mengakui bahwa Bumi ini ternyata tidak mengalami pemanasan selama hampir satu dekade. Menurutnya, sepertinya kita akan memasuki masa "Satu atau dua dekade dimana suhu bumi akan mendingin".
Jadi, kita sedang berbicara dengan seorang pakar dan pemimpin utama dalam gerakan global warming-nya Al Gore.
Nah, kejutannya datang tanpa disangka. Pada konferensi itu yang sering membahas apa yang disebut "Scientific Consensus" mengenai Pemanasan Global yang diakibatkan perbuatan manusia, Latif mengakui bahwa Bumi ini ternyata tidak mengalami pemanasan selama hampir satu dekade. Menurutnya, sepertinya kita akan memasuki masa "Satu atau dua dekade dimana suhu bumi akan mendingin".
ANIK RAHMAWATI, “KULIAH ITU PERLU MOTIVASI”
Tanggal wawancara, 4 Oktober 2013
Hari ini saya melakukan wawancara dengan kakak
tingkan FKIP Pendidikan Biologi yang bernama Anik Rahmawati yang bisasa di
panggil Anik. Berikut adalah biodata singkat Kak Anik
Nama lengkap : Anik Rahmawati
Panggilan :
Anik
Tetala :
Banyuwangi 31 Mei 1994
Alamat rumah :
Senduro, Kabupaten Lumajang
Hobi :
nonton TV dan nonton film (bergendre romantis)
Cita-cita masa kecil :
dokter
Cita-cita sekarang :
dosen
Riwayat pendidikan :
SDN II Senduro
SMP Negeri I Senduro
SMA Negeri Senduro
Sedang berkuliah di Universitas Jember
FKIP/Pendidikan Biologi
Riwayat organisasi :
Kader Kesehatan Remaja (SMP)
Anggota pengurus Majalah Dinding (SMA)
Kakak Anik adalah salah satu siswa yang beruntung
bisa mengenyam pendidikan di universitas jember karena kak Anik lolos dalam
seleksi SNMTPN tulis dari sekian banyak siswa yang tidak lolos, kak Anik
merupakan salah satu penerima beasiswa bidik misi. Saya sangat salut dengan
karakter dan semangat kak anik dalam menjalani perkuliahan, bukan tanpa alasan
kak anik yang merupakan anak kedua dari dua bersaudara ini ayahnya sudah
meninggal ketika kak anik kelas X SMA. Lahir dari seorang ibu yang pekerjaannya
adalah berdagang di pasar malam yang tempatnya tidak menentu atau
berpindah-pindah sehingga kak anik sangat jarang bertemu dengan ibunya. Kak anik
tinggal bersama pakde dan budenya, namun kak anik merasa agak sungkan
dikarenakan dia tidak tinggal dengan orang tua sehingga hal ini menjadi
alasannya mengapa kak anik jarang sekali pulang ke Lumajang dan memilih menetap
di Jember jika waktu libur tidak begitu panjang, kakak Anik dan saya memiliki
banyak persamaan, kita sama-sama mahasiswa penerima bisikmisi dan harus
menerima kenyataan bahwa kita sudah tidak memiliki ayah sebagai seorang
pelindung keluarga dan benar-benar harus membahagiakan ibu sebagai orangtua
satu-satunya. Kakak laki-laki kak anik adalah salah satu inspirasinya untuk
terus menggapai mimpi karena kakaknya sekarang sudah seperti pengganti ayah
untuknya.
Langganan:
Postingan (Atom)






